News Update :

Purwokerto

Minggu, 23 Oktober 20110 komentar

Gunung Selamet, ikon purwokerto
 
Purwokerto, Apakah saudara sudah mendengar nama Kota Purwokerto? Mungkin masih asing di telinga anda. Kota ini terletak di kawasan selatan gunung Slamet atau sebelah selatan Baturraden yang asri nan sejuk dan masuk daerah Kabupaten banyumas, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Dan merupakan ibu kota dari kabupaten Banyumas. Orang akan mengingat mudah kota ini dengan sebutan kota Mendoan, karena hampir sebagian besar warga Purwokerto gemar makan mendoan, termasuk saya...he.


Ada juga yang menyebut kota kripik, trus kota Satria dan ada yang menyebut Purwokerto sebagai kota Transit. Karena lokasinya yang rada nanggung, tidak ada bandara, tidak ada pelabuhan ke Jakarta jauh, ke Jogja juga lumayan jauh. Kebanyakan orang yang mau ke Jogja, transit dulu ke Purwokerto untuk beristirahat sebentar. Tapi bagi saya sendiri lebih senang kalau Purwokerto di sebut sebagai kota Mendoan, karena hampir setiap minggu masyarakat kota ini menggoreng mendoan. Sebagai lauk sehari-hari dan sudah menjadi Makanan khas Purwokerto. Jumlah penduduk kota ini sekitar berjumlah 300.000 jiwa, dengan sebagian besar mata pencahariannya sebagai petani untuk pedesaan dan sektor informal untuk kawasan perkotaan misal pedagang, rumah makan, biro jasa dan lain-lain. Di kota ini jarang sekali ada pabrik atau industri, kalau ada mungkin bisa di hitung dengan jari. Makanya kebanyakan warga Purwokerto lebih suka pada merantau ke luar kota karena UMR kota Purwokerto masih rendah.

Kota ini mengandalkan dari sektor jasa, pertanian dan pendidikan. Di sektor pendidikan lah yang paling banyak menyerap tenaga kerja, dengan munculnya banyak pedagang dan usaha di kawasan Unsoed ( Universitas Jendral Sudirman) yang nota bene merupakan salah satu Universitas besar di Jawa Tengah. Dan kawasan ini paling pesat kemajuan bidang perekonomiannya. Contoh daerah yang makin pesat sekarang ini adalah Desa Karang Wangkal, Grendeng, Sumampir, Bancar kembar, Gor Satria Purwokerto.

Bahasa yang digunakan masyarakat kota ini adalah bahasa Banyumasan khas, dan bahasa ini juga digunakan di daerah kabupaten Purbalingga, Kebumen, Cilacap dan sebagian Tegal dengan dialek yang hampir sama. Orang bilang biasa disebut bahasa ngampak, tapi saya sendiri lebih suka menyebut sebagai bahasa Banyumasan.

Cukup sekian, coretan saya nggih..maturnuwun sedulur...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Berkomentar yang Baik, Asal Jangan Spam, No SARA

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright 2010-2011 andipandora All Rights Reserved | Privacy Policy | Terms and Conditions
Template Design by Herdiansyah Hamzah | and Powered by Blogger.com.